0 Comments
19 May 16

F1 Aturan Membuat Sponsor Sulit Rio ...

Liputan6.com, Jakarta – Rio Haryanto adalah dalam kesulitan keuangan untuk melunasi sisa utang Manor Racing, tim yang dibela di Formula 1 musim ini. Rio Haryanto mengucurkan baru sekitar 8 juta euro dari € 15.000.000 diperlukan.

Kemenpora dan beberapa pihak sudah menggunakan beberapa cara seperti donasi melalui SMS dengan penjualan merchandise. Tapi sisanya 7 juta euro atau Rp 106.700.000.000 yang dibutuhkan belum tercapai.

Sebenarnya, sponsor dari perusahaan besar seperti produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk tertarik untuk mensponsori Rio Haryanto. Namun, aturan F1 yang menetapkan ban resmi, Pirelli membuat PT Gajah Tunggal sulit untuk terlibat.

“Kami sangat bangga dengan Rio. Sayangnya ia muncul di F1 karena sudah ada ban resmi Pirelli. Pada kegiatan lain di luar F1, kita sudah mempertimbangkan untuk membantu Rio Haryanto,” kata Catharina Widjaja, Direktur Hubungan investor dan Corporate Comunciation PT Gajah Tunggal Tbk saat peresmian Proving Ground di Karawang, Kamis (19/05/2016).

Catharina Widjaja (paling kanan) saat peresmian proving ground milik PT Gajah Tunggal Tbk di Karawang (Defri Saefullah/Liputan6.com)

PT Gajah Tunggal Tbk melalui produk GT Radial dan IRC telah aktif dalam mensponsori balapan seperti tanah air ISSOM, Speed ​​Offroad dan Indoprix. Dengan membuktikan tanah (area berbentuk jalur mana larangan pengujian), mereka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas ban yang digunakan untuk balapan.

“Fasilitas kami digunakan untuk semua jenis ban dan tentu saja ban untuk balapan juga. Memang, ban racing tidak dikenakan umum tetapi kita masih menguji di ajang pembuktian kami,” kata jenderal Marketing Manager dan Penjualan PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notorahardjo.

Proving Ground terletak di Karawang Barat memiliki luas 65 hektar. Ada dua jalur uji dengan panjang 1,9 km dan 4 km. Untuk saat ini, perkembangan baru memasuki tahap pertama digunakan untuk menguji Iso Kebisingan, Lokasi Vehicle Dynamic, pengereman & Penanganan dan hydroplanning Longitudinal.

Kabarnya membuktikan tanah merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan menghabiskan Rp 1,3 triliun. “Meskipun bentuk rangkaian, tapi ini tidak untuk balapan. Ini adalah lagu untuk pengujian,” kata Wakil Presiden Direktur PT Gajah Tunggal, Budhi Santoso.